Dalam menggunakan jaringan komputer seringkali user
menemukan permasalahan-permasalahan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyamanan
pada user. Berikut beberapa tips dalam troubleshooting jaringan pada sistem
operasi Windows XP.
1. Status Jaringan“ Connected” Namun
Tidak Dapat Terhubung Ke Internet
Status yang tampil menunjukkan bahwa komputer kita telah
terhubung dengan jaringan lokal. Meski demikian, komputer kita tidak dapat
terhubung ke internet. Langkah yang dapat diambil:
a) Jalankan Web Browser Anda, dan
cobalah untuk mengunjungi beberapa website, misalnya coba kunjungi
http://detik.com. Jika dapat membuka satu website dan tidak dapat membuka website
lain berarti jaringan komputer Anda baik-baik saja, dan kemungkinan masalah terletak
pada ISP. Jika sama sekali tidak bisa terhubung, coba langkah berikutnya. Coba untuk
melepaskan sambungan modem ke line telepon, dan tunggu beberapa saat lalu
pasang lagi, dan coba lagi untuk mengunjungi website.
b) Jika Anda terhubung dengan media
wireless, cobalah untuk melepas kabel WAN pada Access Point, tunggu bebera saat
dan sambungkan kembali dan coba lagi untuk mengunjungi website.
c) Cobalah untuk merestart komputer.
d) Jika tetap belum terhubung juga,
cobalah untuk menghubungi pihak ISP untuk meminta
bantuan.
2.
Status
NIC atau Wireless: Disabled
Jika hal ini yang terjadi, coba
untuk masuk ke Control Panel > Network Connection > Pilih device
NIC/Wireless yang akan diaktifkan > Klik kanan dan pilih Enable.
3.
Limited
or No Connectivity Status
Langkah yang dapat diambil :
a) Klik kanan pada icon network adapter
dan pilih repair. Coba perhatikan apakah icon tersebut
sudah berubah menjadi connected ? Jika sudah berarti komputer Anda sudah dapat
terhubung
ke jaringan.
b) Buka property TCP/IP dan pastikan
bahwa konfigurasi TCP/IP adalah obtain IP Address
Automatically.
c) Cobalah untuk restart komputer Anda.
4.
Cable terputus atau lepas (Network Cable Unplugged)
Kondisi ini menunjukkan koneksi kabel terlepas,
tidak ada koneksi ke router / modem.
a) Coba periksa apakah kabel jaringan
Anda telah terpasang pada port NIC, jika belum
pasangkan kembali
b) Jika kabel jaringan sudah terpasang
namun tetap tidak terhubung, cobalah untuk mengganti port lain pada switch.
c) Jika masih belum bisa, cobalah untuk
mengganti kabel jaringan. Siapa tahu, kabel jaringan sudah rusak.
d) Jika tetap belum bisa, kemungkinan
kerusakan terdapat pada Network Adapter, cobalah
menggantinya dengan Network Adapter lain.
5. Wireless adapter tidak dapat
terhubung kepada wireless network
Tidak
ada koneksi ke wireless network
Status
ini menunjukkan koneksi wireless adapter anda terputus dengan jaringan wireless
anda. Ada dua kemungkinan, adapter wireless anda tidak bisa terhubung ke
wireless network anda, atau koneksi wireless intermittend. Ada dua cara:
a)
Periksalah status perangkat wireless Anda pada Windows, pastikan dalam keadaan
aktif.
b) Cobalah untuk melakukan pencarian sinyal pada hotspot area.
a)
Troubleshooting
Pada Jaringan LAN
·
Permasalahan pada jaringan dan cara
memperbaikinya
Setalah
membangun sebuah jaringan LAN, MAN atau yang lainnya pasti tidak luput dari
permasalahan yang sering muncul dan kebanyakan kita mengalaminya, Namun
permasalahan tersebut bisa diatasi dengan cara atau hal yang mudah, asalkan
kita tahu kerusakan apa yang sedang terjadi pada jaringan yang kita bangun.
·
Mati atau tidak berfungsinya komponen pada
jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen
pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang
terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian
yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala. Dalam sistem
jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau
sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam
jaringan bisa kita artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal.
Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak
bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan
dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down dalam jaringan
komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan Warnet (warung Internet). Down
pada jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersbut atau karena
tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down
pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari
jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan akses
internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telphon yang penuh
sehingga menyebabkan akses ke internet tidak dapat dilakukan Down dalam
jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada
Warnet. Down dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi
melalui indicator-indikator yang dapat kita lihat. Indikator-indikator tersebut
memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen.
Indikasi kerusakan pada masing-masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:
1. kerusakan pada Kabel dan konektor
Jaringan
Kabel dan konektor merupakan media penghubung
antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan
untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang
banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
·
Jenis kabel serat optik menggunakan konektor
SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel dan
konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara
khusus untuk perawatan jaringan
·
Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini
adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan
pengkabelan yang salah dan kabel putus.
Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu
indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan
terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel
dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada
workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja.
·
Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.
Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup
lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena
konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor
pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini
menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti. Jika
terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu
hal, solusinya kita lihat dahulu apakah kabel yang kita gunakan itu benar-benar
tidak bias digunakan lagi atau masih bisa, jika tidak kita perlu menggantinya
dengan kabel dan konektor yang baru.atau jika yang rusak itu hanya pada
konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan kita hanya perlu memgganti
konektornya saja.
2. Gangguan atau Kerusakan pada Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi
signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan
berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar
workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan
pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk
masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati
berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator
workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang
tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Jika terjadi kerusakan pada HUB maka pertama kita harus mengecek apakah HUB
yang kita gunakan memang sudah rusak atau hanya mengalami gangguan saja,namun
jika HUB yang kita gunakan memang benar-benar pasitif rusak maka kita perlu
menggantinya dengan HUB yang baru atau dapat diperbaiki ditempat service
khusus.namun saran kami lebih baik mengganti dengan yang baru selain
kwalitasnya yang lebih bagus biasanya biaya memperbaiki hampir sama dengan
biaya membeli baru.
3. Tidak bisa sharing data
Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing
pada computer masih di disable jadi kita harus mengaktifkan dengan Jadi klik
pada Lalu pilih lalu ceklist lalu apply Selain itu mungkin sedang terjadi hang
pada computer dan yang harus ditempuh adalah merestar komputer.
Hal ini juga sering terjadi karena IP yang kita gunakan salah atau sama dengan
IP komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.
4. Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain
Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat
digunakan dan IP yang kosong. Lalu ganti IP address sehingga bisa terdeteksi
oleh komputer lain. Selain itu kita jug abis mengecek apakah komputet kita bisa
terkoneksi dengan komputer orang lain lalu ketik pingà Run à caranya
adalah Klik start < > -t. misalnya ping 192.168.0.89. Nanti akan
muncul balasan Jika Reply From . . . . . . berarti komputer kita sudah
terkoneksi dengan baik jika muncul Request Time Out maka komputer kita tidak
bisa terkoneksi dengan komputer lain.
5. Tidak muncul Local Area Connection
Hal ini kemungkinan besar kita lupa untuk
mengisntal driver Network Adapter, jadi yang harus dilakukan adalah menginstal
Driver Network Adapter. Biasanya kalu kita sudah menginstal driver akan mucul
Local Area Connetion.
6. Icon Lan Area Connection tidak berkedip biru
Hal ini sering terjadi karena kita dalam
memasang konektor kurang tepat, coba lihat lampu indicator pada konektor apakah
sudah menyala atau belum. Jika belum coba cabut dan tancapkan kembali, setelah
itu kalau masih belum coba periksa konektor pada HUB apakah sudah dikonekan
dengan HUB atau belum. Jika belum konekkan hingga lampu indicator pada HUB
menyala dan pada komputer muncul menu pesan Connetion 100 Mbps. IP yang kita
gunakan sama dengan komputer lain. Gunakan program IP Scan untuk melihat IP
yang sedang aktif dan IP yang masih kosong.
7. Lambatnya Jaringan Dan Bagaimana
Memperbaikinya Performanya
Dalam suatu infrastructure jaringan yang
sangat besar, suatu jaringan yang efficient adalah suatu keharusan. Jika design
infrastructure jaringan kita tidak efficient, maka applikasi atau akses ke
resource jaringanpun menjadi sangat tidak efficient dan terasa sangat lambat.
Performa jaringan yang sangat lambat ini
biasanya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada jaringan),
dimana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada sekarang. Kalau
boleh diibaratkan seperti jalanan ibukota pada jam sibuk, kapasitas jalan tidak
mencukupi dengan berjubelnya jumlah kendaraan yang memadati jalanan, akibatnya
adalah kemacetan yang luar biasa. Kalau pada hari libur maka jalanan terasa
lengang dan anda bisa memacu kendaraan dengan cepat.
faktor yang bisa memberikan kontribusi
lambatnya jaringan dan cara memperbaikinya:
Technology Ethernet yang sudah using seperti 10 Base2; 10Base5; dan 10Base-T,
mereka menggunakan algoritma CSMA/CD yang menjadi sangat tidak efficient pada
beban yang lebih tinggi. Performa jaringan ini akan menjadi turun drastis jika
prosentase utilisasinya mencapai lebih dari 30% yang membuat jaringan menjadi
sangat lambat. Istilah collision domain mendefinisikan sekumpulan perangkat
jaringan dimana data frame mereka bisa saling bertabrakan. Semua piranti yang
disebut diatas menggunakan hub yang berresiko collisions antar frame yang
dikirim, sehingga semua piranti dari jenis jaringan Ethernet ini berada pada
collision domain yang sama.
Bagaimana solusi menghilangkan collision
domain dan algoritma CSMA/CD yang bisa membuat jaringan anda lambat, adalah
mengganti jaringan HUB anda dengan Switch LAN. Switch tidak menggunakan BUS
secara ber-sama2 seperti HUB, akan tetapi memperlakukan setiap port tunggal
sebagai sebuah BUS terpisah sehingga tidak mungkin terjadi tabrakan.
Switches menggunakan buffer memori juga untuk
menahan frame yang datang, sehingga jika ada dua piranti yang mengirim frame pada
saat yang bersamaan, Switch akan melewatkan satu frame sementara frame satunya
lagi ditahan didalam memory buffer menunggu giliran frame pertama selesai
dilewatkan. Mengganti semua HUB anda dengan Switch akan meningkatkan kinerja
dan performa jaringan anda dan kelambatan jaringan akan berkurang secara
significant.
Bottlenecks Beban user yang sangat tinggi untuk mengakses jaringan akan
menyebabkan bottleneck jaringan yang mengarah pada kelambatan jaringan.
Aplikasi yang memakan bandwidth yang sangat tinggi seperti aplikasi video dapat
menyumbangkan suatu kelambatan jaringan yang sangat significant karena
seringnya mengakibatkan system jaringan menjadi bottleneck.
Anda perlu mengidentifikasikan aplikasi
(khususnya aplikasi yang dengan beban tinggi) yang hanya diakses oleh satu
departemen saja, dan letakkan server pada Switch yang sama dengan user yang
mengaksesnya. Meletakkan resource jaringan yang sering diakses pada tempat yang
dekat dengan pemakainya akan memperbaiki kinerja dan performa jaringan dan juga
response time.